Suap-suapan di Kereta

Karena belakangan saya mengalami mabuk darat terutama jika harus bepergian jarak jauh malam hari menggunakan bus, maka pada perjalanan kali ini saya dan istri memutuskan menggunakan moda angkutan kereta api. Seperti biasa kami memesan tiket pergi pulang langsung di stasiun Gambir untuk mengantisipasi penumpang yang membeludak karena perjalanan kali dilakukan pada akhir pekan. Tujuan kami kali ini adalah Purwokerto.

Hari Sabtu 25 Oktober 2008 sesuai jadwal yang ditentukan kereta berangkat tepat pukul 8.15. Selepas stasiun Jatinegara ada tiga orang laki-laki yang dari penampilannya cukup perlente terlihat kebingungan mencari-cari tempat duduk dan kemudian istri saya bertanya mereka hendak duduk di kursi nomor berapa tapi mereka mengatakan tidak tahu nomor kursinya berapa, akhirnya karena kebetulan kondisi kereta juga tidak terlalu penuh akhirnya mereka duduk di kursi depan dan sebelah kanan saya. Sepanjang perjalanan menuju Cirebon ada satu kali pemeriksaan karcis yang dilakukan oleh dua orang petugas PTKA. Saya tidak begitu memperhatikan apakah ketiga laik-laki tadi juga diperiksa karcisnya. Namun setelah dari stasiun Cirebon tepatnya di daerah Purworejo kereta berhenti dan tidak lama kemudian terdengar teriakan dari seorang Polisi bersenjata bahwa akan ada pemeriksaan karcis lagi. Kali ini dengan ditemani Polisi tersebut seorang petugas PTKA datang untuk memeriksa karcis, setelah memeriksa karcis saya kemudian petugas itu meminta karcis dari ketiga laki-laki tadi dan kebetulan kali ini saya memperhatikan mereka tapi yang terjadi adalah tiga laki-laki itu menyelipkan masing-masing selembar uang Rp 10,000 (sementara harga tiket asli mencapai Rp 130,000) di tangan petugas PTKA itu dan hal ini juga diketahui oleh Polisi yang menemani tadi. Kemudian ada sedikit percakapan diantara mereka dan dari situ dapat disimpulkan bahwa ketiga laki-laki itu sudah terbiasa melakukan praktek penyuapan di atas kereta karena saking seringnya mereka bepergian pada rute yang sama sampai-sampai petugas PTKA sudah cukup mengenal. Saya jadi bertanya dalam hati jangan-jangan di rangkaian kereta ini masih banyak orang lain yang melakukan praktek yang sama.

Setibanya di Purwokerto saya sempatkan untuk bertanya kepada beberapa orang penumpang yang ada di stasiun, dan ternyata memang praktek penyuapan itu sudah lumrah dilakukan bahkan ada yang hanya cukup membayar Rp 5,000 sudah bisa bepergian Jakarta-Purwokerto dan begitu juga sebaliknya. Sementara itu ironisnya di salah satu dinding stasiun tertempel spanduk pengumuman besar “Barangsiapa tertangkap tidak memiliki karcis harus membayar denda dua kali lipat harga tiket”, saya hanya tersenyum miris melihatnya.

Kejadian persis sama juga terulang ketika perjalanan pulang ke Jakarta.

Apakah sudah begitu parahnyakah mental rakyat Indonesia? padahal kalau dilihat dari segi penampilan ketiga laki-laki yang saya temui tadi terlihat mampu, sepanjang perjalanan bisa jajan jajanan kereta yang notabene cukup mahal dibandingkan jajanan sejenis biasa, sepanjang perjalanan juga mampu terus-terusan bertelepon ria dengan relasi entah dimana..

Lalu bagaimana juga dengan mental petugas pelayan masyarakat terutama lagi Polisi yang seharusnya menjadi garda terdepan penegakan hukum malah ikut-ikutan merestui dan kemungkinan besar terlibat dan menikmati uang hasil suap itu.

Pantas saja kalau PTKA selalu teriak merugi tiap tahun dalam laporan keuangannya, pantas saja PTKA tidak punya cukup dana untuk merawat kereta-kereta dan jaringan relnya. Pantas saja selalu terjadi kecelakaan KA dimana-mana.

Polisi??? sedari dulu saya tidak pernah percaya kalau ada Polisi yang jujur kecuali Polisi tidur. Amit-amit jabang bayi dengan mereka.

Sepertinya rakyat Indonesia ga perlu mimpi muluk-muluk untuk hilangnya korupsi dari negeri ini lah wong sendirinya saja masih banyak yang korup..wajar aja polisinya korup, wajar aja pengacaranya korup, wajar aja jaksanya korup, wajar aja hakimnya korup, wajar aja parpolnya, wajar aja pemerintahnya korup, wajar aja dong Indonesia juara dunia korup..

Seperti kata Aa Gym segalanya harus dimulai dari diri sendiri. tapi apa yang terjadi????
OMDO lo semua !!!! (omong doang red.)Technorati Tags: , , , , , , ,

Neoliberalisme Kena Batunya

Kali ini neoliberalisme terpojok. Pemerintah Amerika Serikat menghadapi dilema dalam mengatasi krisis keuangan terberat setelah depresi besar pada tahun 1930-an.

Pilihannya adalah antara membiarkan mekanisme ”pasar bebas” mengoreksi segala kebobrokan finansial yang kian membubung selama 10 tahun atau melakukan intervensi pemerintah untuk mengerem laju percepatan krisis dan mengembalikan kepercayaan terhadap perekonomian negara adidaya itu.

Presiden AS George W Bush mengambil pilihan kedua. ”Kita harus bertindak,” katanya dalam konferensi pers yang disiarkan berbagai televisi internasional. Dengan persetujuan Kongres, Pemerintah AS mengintervensi pasar dengan menggelontorkan dana talangan raksasa, total lebih dari satu triliun dollar AS bila dihitung sejak awal krisis, guna menyelamatkan berbagai perusahaan raksasa di Wall Street.

Pilihan itu merupakan konfirmasi bahwa ideologi neoliberalisme yang selama ini diusung dan dikampanyekan negeri itu kepada dunia ternyata omong kosong. ”Tangan-tangan ajaib” yang katanya menggerakkan ”pasar bebas” harus diikat agar tidak kian menyeret perekonomian negeri itu ke jurang kehancuran.

Neoliberalisme mengampanyekan ”pasar bebas” berdasarkan model pasar persaingan sempurna yang menjadi acuan mazhab teori ekonomi neoklasik. Pada model ini, sejatinya berlaku persyaratan free entry dan free exit’ (bebas masuk dan keluar). Hanya keuntungan, bukan pemerintah, yang dapat menentukan pelaku ekonomi masuk pasar dan menyerap surplus, lalu keluar saat defisit. Proses itu berlangsung begitu rupa sehingga seluruh surplus di pasar terserap dan mencapai keseimbangan pada posisi ”keuntungan normal (normal profit)”. Seharusnya mekanisme pasar bebas bekerja seperti itu, sebagaimana ”pakem” yang diyakini kalangan neoliberal.

Mekanisme pasar

Kekisruhan di Wall Street saat ini dapat dipandang sebagai bagian proses mekanisme pasar. Awalnya, berbagai korporasi diberi insentif untuk membesar dengan membebaskan dari aturan-aturan yang merintangi akumulasi kekayaan. Mereka ”difasilitasi” regulasi yang sengaja dibiarkan longgar sehingga memberi ruang untuk moral hazard melalui penciptaan berbagai produk keuangan yang ”ajaib” dan berisiko tinggi.

Lalu, posisi yang dominan dan ukuran besar membuat mereka mendapat predikat too big to be allowed to fail (terlalu besar untuk dibiarkan gagal). Predikat itu seolah menjadi sabuk pengaman untuk lebih menyerempet bahaya sehingga memperburuk terjadinya moral hazard. Yang lebih parah, selama proses menyerempet bahaya, otoritas pasar finansial, otoritas moneter dan Pemerintah AS menutup mata demi keuntungan politis penguasa.

Dengan demikian, krisis yang kini terjadi adalah konsekuensi alami dari praktik penyerempetan bahaya di Wall Street dan pembiaran Pemerintah AS. Dalam investasi berlaku hukum high risk, high returns atau risiko tinggi membawa tingkat pengembalian –dan kerugian—yang tinggi pula.

Para investor yang menanamkan modal pada instrumen keuangan yang berisiko tinggi, sepatutnya sadar, mereka siap menanggung akibatnya. Mengutip Joseph Stiglitz, pemenang Nobel Ekonomi 2001 di Financial Times (25/7/2008), ”They got what they asked for” (mereka mendapatkan apa yang mereka minta). Kerakusan para pemburu rente berbuah bencana.

Negara pelindung modal

Alih-alih mengikuti mekanisme pasar, Pemerintah AS justru memberi ”napas buatan” melalui dana talangan tanpa banyak persyaratan. Tak ada tenggat pengembalian dan batas maksimum dana yang digelontorkan. Pun tak diatur apa yang harus dilakukan dan bagaimana perusahaan harus mereformasi organisasi dan kebijakannya guna memastikan dana talangan itu dapat dikembalikan ke negara. Hal itu amat kontras bila dibandingkan aneka kondisional yang dianjurkan AS melalui IMF dalam structural adjustment programmes (SAP) kepada negara-negara berkembang.

Konsistensi pada paham ”pasar bebas” menghendaki Pemerintah AS membiarkan swakoreksi (self correcting) pada mekanisme pasar di Wall Street. Tak seharusnya dana publik yang dikelola pemerintah digunakan untuk menyelamatkan korporasi yang mengalami kesulitan akibat perbuatannya sendiri.

Hal itu menegaskan, kembalinya peran pemerintah di AS cenderung sebagai upaya untuk melindungi pemilik modal ketimbang publik. Tesis negara sebagai pelindung modal, sebagaimana pernah dikatakan Karl Marx, menjadi sungguh-sungguh hadir dan nyata dalam krisis AS.

Martin Manurung Penulis Analis Ekonomi-Politik dan Pembangunan; Alumnus School of Development Studies, University of East Anglia, Inggris

Lowongan CPNS BATAN 2008

PENGUMUMAN
PENGADAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL BATAN
TAHUN ANGGARAN 2008
NOMOR :  12819/KP 00 02/IX/2008

Berdasarkan Keputusan MENPAN No KEP/290/M.PAN/9/2008 tanggal 9 September 2008 tentang formasi Pegawai Negeri Sipil Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) tahun anggaran 2008, BATAN membuka kesempatan kepada Warga Negara Indonesia pria dan wanita, dengan Kualifikasi, Pendidikan, Jabatan dan Lokasi  Penempatan yang dapat dilihat pada situs http://www.batan.go.id/.

I.     PERSYARATAN UMUM

Warga Negara Republik Indonesia, berkelakuan baik dan tidak pernah dihukum penjara (kurungan), tidak dalam kedudukan sebagai pengurus/anggota parpol, tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai PNS/Anggota TNI/Polri maupun sebagai pegawai swasta, sehat jasmani dan rohani, tidak buta warna, tidak dalam kondisi hamil dan  tidak berstatus sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) / Pegawai Negeri Sipil (PNS).

II.     PERSYARATAN KHUSUS

  1. IPK minimal 2,75  untuk S1/DIV dan DIII
  2. Usia :
    a.   S1 dan DIV   :  Maksimal 27 tahun pada tanggal 1 Desember 2008
    b.   DIII               :  Maksimal 25 tahun pada tanggal 1 Desember 2008
  3. Berasal dari Perguruan Tinggi dengan program studi yang sesuai dengan syarat jabatan yang dibutuhkan, dengan Akreditasi minimal B.
  4. Lulusan dari Perguruan Tinggi Luar Negeri wajib melampirkan SURAT pengesahan ijazah dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI).

III.     TATA CARA PELAMARAN DAN PERSYARATAN ADMINISTRASI

  1. Pendaftaran pelamar  dibuka mulai tanggal 8 Oktober 2008 s/d 23 Oktober 2008 dengan cara mengisi Formulir Pendaftaran secara On-Line melalui Situs BATAN : http://www.batan.go.id/
  2. Surat lamaran dikirim melalui pos atau dapat diantar langsung ke Kantor Pusat BATAN dengan mencantumkan “lamaran dan kode jabatan” yang dipilih pada pojok kiri atas amplop lamaran, ditujukan kepada :

    Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional
    Kantor Pusat Badan Tenaga Nuklir Nasional,
    Jl. Kuningan Barat, Mampang Prapatan,
    Jakarta 12710,
    Kotak Pos 4390 Jakarta 12043

  3. Surat lamaran diterima oleh Panitia Pengadaan CPNS BATAN paling lambat tanggal 23 Oktober 2008 (cap penerimaan Surat Kantor BATAN pada jam kerja BUKAN CAP POS)
  4. Surat lamaran ditulis tangan dan ditandatangani sendiri dengan tinta hitam (tidak boleh diketik), dengan melampirkan berkas/dokumen sebagai berikut:
    • Hasil cetakan (print-out) Formulir Pendaftaran On-Line yang telah ditandatangani;
    • Daftar Riwayat Hidup ;
    • Foto copy Ijazah dan Transkrip Nilai yang telah dilegalisir oleh pejabat yang berwenang, Surat keterangan lulus / Ijazah sementara tidak berlaku;
    • Foto copy Ijazah dan Transkrip DIII untuk pelamar lulusan S1 lanjutan dari program DIII;
    • Surat Keterangan Akreditasi untuk yang tidak mencantumkan akreditasi pada ijazah;
    • Surat Pernyataan bersedia membayar ganti rugi yang dibuat menurut contoh klik disini ;
    • Surat pernyataan bersedia tidak hamil selama menjadi CPNS BATAN, bagi peserta wanita klik disini;
    • Pas photo berwarna ukuran 3 X 4 cm sebanyak 2 lembar dan 4 x 6 cm sebanyak 2 lembar;
    • Foto copy KTP;
  5. Panitia akan memanggil maksimal 20 (dua puluh) pelamar dengan ranking IPK tertinggi untuk setiap jabatan, dari PTN / PTS / Program Ekstensi atau program S1 lanjutan dari DIII dengan perbandingan secara proporsional.
  6. Panitia berhak menggugurkan peserta apabila data yang diisikan di situs BATAN tidak sama atau tidak memenuhi syarat yang telah ditentukan serta tidak mengirimkan berkas lamaran sesuai yang ditentukan.
  7. Pelamar yang dinyatakan lulus seleksi tahap akhir, namun formasi jabatan yang dipilih sudah penuh dapat dipindahkan ke formasi jabatan yang masih tersedia dengan kualifikasi jabatan yang setara dan syarat pendidikan yang sama.
  8. Rincian tugas untuk masing-masing jabatan dapat dilihat di situs http://www.batan.go.id/.
  9. Pelamar tidak dipungut biaya apapun. Apabila ada pihak/oknum yang menjanjikan dapat membantu untuk diterima menjadi calon PNS BATAN dengan atau tanpa meminta imbalan dalam bentuk apapun, segera menghubungi BATAN melalui pesawat telepon (021) 5204245 dan (021) 5251109, Pes. 383, 366, 384 atau email ke bsdm@batan.go.id.
  10. Keputusan Panitia tidak dapat diganggu gugat.

IV.     MATERI, JADWAL TEST DAN LAIN-LAIN

  1. Pelamar yang lulus seleksi administrasi akan diumumkan melalui situs BATAN dan sekaligus mendapatkan nomor ujian  pada tanggal 28 Oktober 2008.
  2. Pelamar yang lolos seleksi Administrasi wajib datang  ke Gedung Wanita Patra Pertamina Simprug, Jakarta Selatan (denah) pada tanggal 31 Oktober 2008 pukul 08.30 s/d 16.00 untuk mengambil Tanda Peserta Ujian CPNS BATAN 2008 dengan membawa KTP dan memberitahukan nomor ujian yang telah diperolehnya.
  3. Materi Ujian tertulis terdiri dari :
    1. Tes Kompetensi Dasar (Tes Pengetahuan Umum, Tes Bakat Skolastik,  dan Tes Skala Kematangan)
    2. Tes Kompetensi Bidang (sesuai dengan pendidikan pelamar)
  4. Tes tertulis akan dilaksanakan pada tanggal 1 November 2008 pukul 08.00 s/d selesai, bersamaan dengan pelaksanan tes tertulis seluruh LPND di lingkungan Kementerian Riset dan Teknologi.
  5. Pelamar yang dinyatakan lulus dalam tes tertulis akan diikutsertakan dalam seleksi tahap berikutnya (lihat jadwal di situs BATAN).

Jakarta, 23 September 2008

Sekretaris Utama selaku
Ketua Panitia Pengadaan CPNS

Lowongan CPNS ESDM 2008

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
REPUBLIK INDONESIA
PENGUMUMAN
Nomor: 00001.Pm/72/SJP/2008
TENTANG
PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL
DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral merupakan unsur pelaksana Pemerintah yang mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian tugas pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral. Visi : terwujudnya sektor energi dan sumber daya mineral yang menghasilkan nilai tambah sebagai salah satu sumber kemakmuran rakyat melalui pembangunan berkelanjutan dan ramah lingkungan, adil, transparan, bertanggungjawab, efisien serta sesuai dengan standard etika yang tinggi.

Untuk memenuhi tuntutan tersebut di atas Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral membuka kesempatan bagi warga negara Republik Indonesia yang berminat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil dan memenuhi kualifikasi pendidikan yang dibutuhkan untuk mengisi lowongan formasi Calon Pegawai Negeri Sipil Tahun Anggaran 2008 sebagaimana terlampir.

Kami mengundang, putera-puteri terbaik Indonesia yang berminat serta mempunyai kemampuan, integritas, dan komitmen tinggi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, sekaligus berkeinginan berperan dalam proses transformasi bangsa menuju masyarakat adil, makmur, dan berperadaban tinggi, kami memberikan kesempatan untuk bergabung bersama di Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.

Silahkan ikuti prosedur pendaftaran secara online di http://cpns.esdm.go.id

Ramadhan All Over the World

Symbolizing the faith of Islam, the crescent moon is seen at sunset on top of the Faisal Mosque in Islamabad, Pakistan, Tuesday, Sept. 16, 2008. (AP Photo/Wally Santana)

An officer of Brunei’s Islamic authority looks through a telescope as he performs “rukyah”, the sighting of the new moon for Ramadan, over the skies of Bukit Agok outside Bandar Seri Begawan August 31, 2008. Muslims scan the sky at dusk at the end of their lunar calendar’s eighth month in search of the new moon to proclaim the beginning of Ramadan. (REUTERS/Ahim Rani)

A Palestinian man reads from the Koran, during the Muslim holy fasting month of Ramadan, in a mosque in the West Bank city of Jenin, Thursday, Sept. 11, 2008. (AP Photo/Mohammed Ballas) #

Indonesian men attend Friday prayer at Istiqlal mosque, the biggest in Southeast Asia, in Jakarta, Indonesia, Friday, Sept. 12, 2008. (AP Photo/Irwin Fedriansyah) #

Jordanian Muslim girls queue in line outside a humanitarian center for waiting for meals to be donated at the time for the breaking of their fast, or Iftar, on the 13th day of the Muslim holy fasting month of Ramadan in Amman, Jordan, Saturday, Sept. 13, 2008. (AP Photo/Nader Daoud) #

A Palestinian woman is seen on her way to pray for the holy fasting month of Ramadan at the Al Aqsa Mosque in Jerusalem’s Old City, Friday, Sept. 12, 2008.(AP Photo/Bernat Armangue)

Palestinian women lead young girls through the Kalandia checkpoint, on the outskirts of the West Bank city of Ramallah, to cross to Jerusalem to attend Friday prayers at the Al-Aqsa mosques compound on September 19, 2008. Thousands of Muslim faithful have been crossing every week from the West bank to attend Friday prayers at the Al-Aqsa, Islam’s third holiest shrine, since the start of the holy month of Ramadan three weeks ago. (DAVID FURST/AFP/Getty Images) #

Israeli border police hold back Palestinians on their way to pray for the holy fasting month of Ramadan at the Al Aqsa Mosque in Jerusalem’s Old City, at Kalandia checkpoint, between the West Bank town of Ramallah and Jerusalem, Friday, Sept. 12, 2008. (AP Photo/Bernat Armangue) #

Palestinian women walk past men (on the other side of the fence) waiting to cross a checkpoint to get into Israel in order to pray for the holy fasting month of Ramadan at the Al Aqsa Mosque in Jerusalem’s Old City, in the West Bank town of Bethlehem, Friday, Sept. 12, 2008. (AP Photo/Tara Todras-Whitehill) #

Kashmiri Muslims pray inside the Jamia Masjid, or Grand Mosque, on the first Friday of Ramadan in Srinagar, India, Friday, Sept. 5, 2008. (AP Photo/Dar Yasin) #

This picture taken September 5, 2008 shows a stall worker preparing roasted chicken wings to be sold at a Ramadan bazaar in downtown Kuala Lumpur for the breaking of their fast. In Muslim households across Asia, the inflation crisis is casting a shadow over the holy month of Ramadan, and making the nightly ritual of breaking the fast a more meagre affair. From Afghanistan to Malaysia, the high prices of food are forcing the poor to go without, and curtailing the lavish evening buffets which the well-off have flocked to in better economic times. (KAMARUL AKHIR/AFP/Getty Images) #

A Pakistani man prepares sweet drinks for people to break their fast at a mosque during the Muslim fasting month of Ramadan in Lahore on September 3, 2008. (Arif Ali/AFP/Getty Images) #

A Palestinian boy holds a homemade sparkler firework after breaking his fast at the end of the second day of Ramadan in the West Bank city of Ramallah,Tuesday, Sept. 2, 2008. (AP Photo/Muhammed Muheisen) #

A seller of traditional Syrian sweets calls out for customers in the Meidan quarter of Damascus September 2, 2008. Sales of the sweets go up during the Muslim holy month of Ramadan. (REUTERS/Khaled al-Hariri) #

A Muslim woman reads a copy of the Koran at the Istiqlal mosque during the second day of ramadan in Jakarta, Indonesia, the world’s most populous Muslim-majority country, on September 2, 2008. (ADEK BERRY/AFP/Getty Images) #

In a pre-Ramadan tradition, Bosnian Muslim girls wash their face with water from cave as local tradition claims that the water and prayers inside the cave will bring personal beauty and success for the year, near the Bosnian town of Kladanj, 50 kms north of Sarajevo, Bosnia, on Sunday, Aug. 31, 2008. More than 30.000 people gathered to pray inside and outside the cave this year. (AP Photo/Amel Emric) #

A Bangladeshi vendor sells traditional sweet meats for breaking the Ramadan fast, at the Chalk bazaar in Dhaka, Bangladesh, Friday, Sept. 12, 2008. (AP Photo/Pavel Rahman) #

An Egyptian family looks to buy a “Fanus Ramadan”, a traditional lantern popular during Ramadan, at a shop in el-Sayeda Zaynab district of downtown Cairo, late August 28, 2008. (KHALED DESOUKI/AFP/Getty Images) #

A Palestinian Muslim girl prays in the men’s mosque before the evening prayer called “tarawih”, during the holy fasting month of Ramadan in the West Bank city of Ramallah, Wednesday, Sept. 17, 2008. (AP Photo/Muhammed Muheisen) #

A Pakistani man offers Friday prayers atop a mosque roof during the holy Muslim month of Ramadan in Peshawar, Pakistan on Friday, Sept. 5, 2008. (AP Photo/Mohammad Sajjad) #

A man has his eyes smeared with traditional Kohl eyeliner before Friday prayers during the Muslim fasting month of Ramadan in the southern Indian city of Hyderabad September 5, 2008. (REUTERS/Krishnendu Halder) #

The Al-Zaim family of Duxbury, Massachusetts sits, gathered together for their dinner after 7pm on September 14th, 2008, to break their Ramadan Fast. (Justine Hunt/Globe Staff Photo) #

Workers sew prayer caps in a factory in old Dhaka, Bangladesh on September 18, 2008. Prayer caps have huge demand during the holy month of Ramadan. (REUTERS/Andrew Biraj) #

Kashmiri Muslims offer prayers inside the Jamia Masjid, or Grand Mosque, on the first Friday of Ramadan in Srinagar, India, Friday, Sept. 5, 2008. (AP Photo/Dar Yasin) #

A child prepares food for Iftar (evening meal) before the breaking of fast on the first day of Ramadan at Memon Mosque in Karachi, Pakistan on September 2, 2008. (REUTERS/Athar Hussain) #

Lebanese “Musaharati” Mohammed Fanas wakes up observant Muslims for their overnight “suhur” meal before the day’s fast in Sidon’s Old City in south Lebanon just before dawn on September 3, 2008. (MAHMOUD ZAYAT/AFP/Getty Images) #

Visually impaired Palestinian students read verses of the Koran, Islam’s holiest book, written in Braille, during the holy fasting month of Ramadan at Al-Qabas Islamic school in the West Bank city of Ramallah, Sunday, Sept. 7, 2008. (AP Photo/Muhammed Muheisen) #

Workers dry vermicelli, a specialty eaten during the Muslim fasting month of Ramadan, in the southern Indian city of Hyderabad, India on September 5, 2008. (REUTERS/Krishnendu Halder) #

A Kashmiri man rests after performing prayers inside the shrine of Sufi saint, Mir Syed Ali Hamdani, during Ramadan in Srinagar, in Indian-administered Kashmir on September 11, 2008. (REUTERS/Fayaz Kabli) #

Thai Muslim children pray at a mosque during Ramadan in Narathiwat province in Thailand on September 9, 2008. (MADAREE TOHLALA/AFP/Getty Images) #

Afghan men offer prayers on a hill top overlooking Kabul, Afghanistan on September 8, 2008, during the Muslim holy month of Ramadan. (SHAH MARAI/AFP/Getty Images) #

A worker prepares traditional sweets at a pastry shop in Tehran, Iran on the fifth day of the Muslim fasting month of Ramadan September 6, 2008. (REUTERS/Morteza Nikoubazl) #

Muslim women attend prayers on the eve of the first day of the Islamic fasting month of Ramadan at a mosque in Surabaya, East Java, Indonesia on August 31, 2008. (REUTERS/Sigit Pamungkas) #

In this picture taken on September 13, 2008 a Pakistani labourer stacks bananas being kept in increased quantities for the holy month of Ramadan in the storeroom of a fruit market in Islamabad, Pakistan. (FAROOQ NAEEM/AFP/Getty Images) #

A boy sleeps in a mosque while waiting to break his fast on the first day of Ramadan in Makassar, Indonesia on September 1, 2008. (REUTERS/Yusuf Ahmad) #

Danareksa 2008

PT Danareksa, A unique opportunity to join the best domestic investment bank in Indonesia with more than 30 years of experience. Danareksa is a full-service investment firm that provides services in capital market and money market. We also proud to be the only non-bank financial institution wholly owned by Indonesia Government. We invite you for the available positions: Read more »

BANK MEGA – 2008

Lowongan di BANK MEGA Oktober 2008

1. MANAGEMENT DEVELOPMENT PROGRAM (MDP)

  • Pendidikan minimum S1/S2 dari Univ. bereputasi, IPK > 3.00
  • Usia max. 25 tahun untuk S1 dan 27 tahun S2
  • Fasih berbahasa Inggris baik lisan maupun tulisan
  • Memiliki kemampuan dalam berorganisasi dan interpersonal skill
  • Memiliki personality yang baik dan penampilan yang menarik Read more »

CPNS DOSEN thn 2008

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA

Kampus Universitas Negeri Jakarta, Jalan Rawamangun Muka, Jakarta 13220
Telp./ Fax. : Rektor : (021) 4893854, PR. I : 4895130, PR II :4893918, PR III ; 4892926
PR IV: 4893982, BAUK : 4750930, BAAK : 4759081, BAPSI ; 4752180, Bag. UHTP : Telp. 4890046
Bag. Keuangan : 4892414, Bag. Kepegawaian : 4890536


PENGUMUMAN

Nomor : 1836/H39/KP/2008

TENTANG

PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL

DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA TAHUN 2008

Berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 44085/A4/KP/2008 tanggal 3 September 2008, dan hasil rapat teknis kepegawaian tanggal 8 sampai dengan 10 September 2008, Universitas Negeri Jakarta akan menerima Calon PegawaiNegeri Sipil dosen sejumlah 55 orang, teknisi 2 orang dengan rincian sebagai berikut : Read more »

ASTRA HONDA MOTOR 2008

Menghadapi tantangan pasar sepeda motor di Indonesia yang semakin ketat, PT. Astra Honda Motor membutuhkan sumber daya manusia yang kreatif, kompetitif, dan inovatif. Untuk itu PT. Astra Honda Motor membuka kesempatan berkarir di perusahaan manufaktur tingkat dunia dengan sistem karir yang Internally Fair dan Externally Competitive. Read more »

Bank Rakyat Indonesia (BRI) September 2008

Lowongan Kerja di Bank BRI September 2008

PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk membuka kesempatan kepada para calon/pelamar untuk posisi jabatan Auditor sebanyak 20 orang.

Aplikasi lamaran Calon Auditor Bank Rakyat Indonesia hanya dilakukan dengan proses e-Recruitment (aplikasi on-line) pada tanggal 13 – 21 September 2008 melalui website www.rekrutmen-bri.lmfeui.com atau www.lmfeui.com . Tidak ada jalur lain yang digunakan dalam proses aplikasi. Read more »